Suatu hari, ketika seorang kakek penebang kayu sedang menebang
pohon, ia kehilangan satu-satunya kapak yang ia punya karena terjatuh ke
sungai.
Dia menangis dan berdoa, hingga muncul Malaikat dan
bertanya kepadanya : “Mengapa engkau menangis ?” Sambil terisak, kakek
bercerita tentang satu-satunya kapak alat pencari nafkahnya telah
terjatuh ke dalam sungai.
Malaikat
menghilang seketika dan muncul kembali dengan membawa Kapak Emas sambil
bertanya : “Apakah ini Kapakmu ?” Bukan, jawab kakek Itu. Lalu Malaikat
menghilang lagi dan muncul kembali dengan membawa Kapak Perak sambil
bertanya lagi : “Apakah ini kapakmu ?" Bukan, sahut kakek itu sambil
menggelengkan kepala. Setelah menghilang sekejap, Malaikat itu kembali
lagi membawa kapak yang jelek dengan gagang kayu dan mata besi. “Apakah
ini kapakmu ?” “Ya, benar ini kapak saya." “Kamu adalah orang jujur,
oleh karenanya aku berikan ketiga kapak ini untukmu sebagai imbalan atas
kejujuranmu !”