Beberapa bulan kemudian Tedi cerita kepada Iwan kalau dia sudah menemukan gadis yang wajah, cara bicara dan sifatnya mirip sekali dengan ibunya.
"Wah selamat ya!", kata Iwan
"Selamat apanya!", sahut Tedi kesal, "Sekarang Bapakku yang tidak setuju".
"Selamat apanya!", sahut Tedi kesal, "Sekarang Bapakku yang tidak setuju".





